Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Praya
DOI:
https://doi.org/10.32807/jilts.v4i2.242Keywords:
Asam Urat, Hiperurisemia, Senam ProlanisAbstract
Latar Belakang: Hiperurisemia merupakan kelainan metabolisme purin yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat serum (>7,0 mg/dL pria, >6,0 mg/dL wanita), memicu nyeri sendi parah dan kondisi patologis lainnya. Prevalensi global mencapai 34,2% dengan mayoritas kasus pada usia >34 tahun; di NTB terdapat 155 kasus artritis gout tahun 2021. Senam Prolanis sebagai aktivitas fisik non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan ekskresi asam urat melalui peningkatan aliran darah dan fungsi ginjal.
Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh senam Prolanis dalam menurunkan kadar asam urat pada 42 penderita hiperurisemia peserta Prolanis di Puskesmas Praya.
Metode Penelitian: Penelitian observasional analitik desain cross-sectional dilakukan Mei 2025 menggunakan metode POCT (Point of Care Testing) Easy Touch pada darah kapiler sebelum dan sesudah senam Prolanis. Data dianalisis uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Wilcoxon karena tidak berdistribusi normal (p<0,05).
Hasil Penelitian: Rerata kadar asam urat sebelum senam Prolanis 7,69 mg/dL dan sesudah 7,40 mg/dL; 39 dari 42 responden (92,8%) mengalami penurunan. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p<0,05), menunjukkan pengaruh signifikan senam terhadap penurunan kadar asam urat.
Kesimpulan: Senam Prolanis berpengaruh signifikan menurunkan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia (p=0,000), dengan penurunan rerata 0,29 mg/dL setelah satu sesi. Intervensi ini efektif sebagai metode non-farmakologis di tingkat pelayanan primer, didukung kepatuhan dan pola makan rendah purin.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
