Hubungan Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit Pada Pasien Suspek DBD IgG dengan IgM Positif di Puskesmas Teratak
DOI:
https://doi.org/10.32807/jilts.v4i2.263Keywords:
demam berdarah dengue, hematokrit, trombositAbstract
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tropis yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Pemeriksaan serologis IgG dan IgM membantu membedakan antara infeksi dengue primer dan sekunder. Nilai hematokrit yang meningkat menunjukkan adanya kebocoran plasma, sedangkan penurunan jumlah trombosit
menandakan trombositopenia yang umum terjadi pada infeksi dengue. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit pada pasien suspek DBD dengan antibodi IgG dan IgM positif di Puskesmas Teratak.
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit pada pasien
suspek DBD dengan antibodi IgG dan IgM positif di Puskesmas Teratak.
Metode Penelitian: Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional pada 33 pasien dengan Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment.
Hasil Penelitian: Rerata nilai hematokrit pasien adalah 39,0%, sedangkan rerata jumlah trombosit adalah 132.969/µL. dengan p-value 0,847 > 0,05.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara nilai hematokrit dan Jumlah Trombosit pada pasien suspek DBD dengan IgG dan IgM Positif.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
