Analisis Hubungan Hasil Pemeriksaan IgG dan IgM Dengue, Leukosit dan Trombosit Dengan Keputusan Perawatan Pada Pasien Terduga Demam Berdarah di RSUD Kabupaten Lombok Utara

Authors

  • Avirda Ariyati Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia
  • Agrijanti Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia
  • Lalu Srigede Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia
  • Erna Kristinawati Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32807/jilts.v5i1.381

Keywords:

Dengue hemorrhagic fever, IgG and IgM dengue, leukocytes, thrombocytes, treatment decisions, DBD

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akibat virus dengue yang gejalanya bisa sangat beragam, mulai dari ringan hingga berat. Untuk membantu menentukan tingkat keparahan penyakit dan langkah perawatan yang tepat, pemeriksaan laboratorium seperti IgG dan IgM Dengue, jumlah leukosit, dan trombosit sangat dibutuhkan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara hasil pemeriksaan IgG dan IgM dengue, jumlah leukosit, serta trombosit, dengan keputusan dokter dalam merawat pasien DBD, apakah pasien dirawat inap atau cukup rawat jalan.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik. Sebanyak 28 pasien yang dicurigai menderita DBD di RSUD Kabupaten Lombok Utara diikutkan sebagai sampel, yang dipilih secara kebetulan (accidental sampling) selama periode April sampai juni 2025. IgG dan IgM diperiksa menggunakan rapid test, sementara jumlah leukosit dan trombosit diperiksa menggunakan alat hematology analyzer otomatis. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank.

Hasil: Dari hasil analisis, ditemukan bahwa jumlah trombosit memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan keputusan perawatan (r = -0,805; p = 0,000). Artinya, semakin rendah jumlah trombosit, semakin besar kemungkinan pasien dirawat inap. Sementara itu, IgG menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan (r = 0,347; p = 0,083), sedangkan jumlah leukosit dan IgM tidak menunjukkan hubungan yang berarti dengan keputusan perawatan.

Kesimpulan: Dari keempat parameter yang diteliti, jumlah trombosit menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan perawatan pasien DBD. Oleh karena itu, pemeriksaan trombosit sangat penting untuk membantu dokter dalam menentukan apakah pasien perlu dirawat inap atau bisa dirawat jalan.

Downloads

Published

2026-04-11

How to Cite

Avirda Ariyati, Agrijanti, Lalu Srigede, & Erna Kristinawati. (2026). Analisis Hubungan Hasil Pemeriksaan IgG dan IgM Dengue, Leukosit dan Trombosit Dengan Keputusan Perawatan Pada Pasien Terduga Demam Berdarah di RSUD Kabupaten Lombok Utara. Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS), 5(1). https://doi.org/10.32807/jilts.v5i1.381

Citation Check